MENULIS TAK AKAN TAJAM TANPA LATIHAN

Ma’had Aly Kebon Jambu.com: Belajar jurnalistik yang hanya didapat dari menyimak tidak akan mengalahkan pembelajaran yang sering dipraktikan.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Sofhal Adnan, selaku Ketua Redaksi ikhbar.com dalam kegiatan Wokrshop Melek Menulis, yang diselenggaran Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA)  Ma’had Aly Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon Selasa, 18 November 2025.

“Dibaca beribu-ribu kalipun PPT teknik dasar menulis yang saya sampaikan, akan percuma jika tidak dipraktikkan”, katanya.

Praktik Sebagai Kunci Belajar Jurnalistik

Untuk bisa menulis, tidak cukup sekali atau dua kali. Latihan menulis yang konsisten adalah fondasi kemampuan menulis semakin terasah. Menulis membutuhkan proses yang panjang, bermula dari mencoba, gagal, kemudian memperbaiki.

Tulisan yang berkualitas lahir dari seseorang yang rajin membaca dan Latihan menulis. berani memulai dan konsisten hingga selesai.

Latihan Konsisten, Fondasi Menulis Berkualitas

Lalu, bagaimana langkah awal dari menulis?

“Kunjungi website kesukaan kalian, comot (ambil) dulu, amati stukturnya, lalu modifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, Teknik seperti inilah yang menjadi awal perkembangan penulis pemula. Karena referensi sebelum menulis itu sangat penting, guna menjadikan tulisan lebih akurat, dan memberi kredibilitas pada tulisan. Lalu amati tulisan yang kamu ambil, dan yang terakhir modifikasi tulisan dengan gaya sendiri.

Workshop Melek Menulis Sebagai Ruang Tumbuh Literasi

Melalui penulisan yang konsiten, akan menjadi awal perkembangan dari setiap tulisan. Dari proses tersebut, penulis tidak hanya belajar merangakai kata, tetapi juga menganalisis berbedaan antar tulisan kamu dan orang lain, mengamati terhadap kepekaan realita, menyusun data, serta memperpanjang sudut panjang. Kesalahan-kesalahan menjadi awal perjuangan menuju keberhasilan.

Belajar sama halnya kita belajar menyampaikan pikiran dengan jelas, mengasah kreatifitas, dan menumbuhkan keberanian untuk menyuarakan gagasan.

Dari workshop melek menulis ini diharapkan bisa menjadi ruang diskusi dan kolaborasi, sehingga budaya literasi, khususnya menulis semakin kuat dilingkungan kita.

Rihayatun Nafilah – Mahasantri Semester 6

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top