Sejarah Ma’had Aly Kebon Jambu

Sejarah

Ma’had Aly Kebon Jambu

Pondok Kebon Jambu Al-Islamy
Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon

Pusat kajian fiqh dan ushul fiqh dan kaderisasi ulama perempuan berperspektif keadilan dan kesetaraan di Indonesia

Ma’had Aly Kebon Jambu berdiri pada tahun 2017 sebagai bagian dari komitmen Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy dalam memperluas khidmah pendidikan Islam berbasis pesantren ke jenjang perguruan tinggi. Lembaga ini lahir dari semangat Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pertama yang diadakan di pesantren ini pada April 2017. Salah satu rekomendasi kuat dari kongres tersebut adalah pentingnya menghadirkan lembaga kaderisasi ulama perempuan yang memiliki wawasan keadilan dan kesetaraan dalam keilmuan Islam.

Didorong oleh semangat ini, dan melalui dukungan Yayasan Fahmina serta tokoh-tokoh pesantren seperti KH. Husein Muhammad, KH. Faqihuddin Abdul Kodir, dan KH. Marzuki Wahid, pengasuh utama pesantren, Nyai Hj. Masriyah Amva, menginisiasi pendirian Ma’had Aly sebagai institusi pendidikan tinggi pesantren. Peresmian Ma’had Aly dilakukan pada 19 Juli 2017 oleh KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), dengan penyerahan kitab kuning secara simbolik kepada para mahasantri sebagai simbol keberlanjutan tradisi keilmuan pesantren.

Ma’had Aly Kebon Jambu memiliki fokus kajian utama pada bidang fiqh dan ushul fiqh yang dikaji melalui pendekatan kritis dan berperspektif keadilan gender. Lembaga ini bertujuan mencetak sarjana-ulama perempuan yang mampu menjadi penggerak sosial, peka terhadap isu-isu kemanusiaan, serta membawa perubahan berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai lembaga pendidikan formal, Ma’had Aly Kebon Jambu berada di bawah payung hukum Peraturan Menteri Agama RI Nomor 71 Tahun 2015. Hal ini menjadikannya bagian sah dari sistem pendidikan nasional yang memiliki jenjang marhalah (sarjana) dan potensi pengembangan ke tingkat magister dan doktoral.

Dengan semangat membangun pendidikan Islam yang lebih inklusif dan memberdayakan, Ma’had Aly terus berkembang melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Road Map 2018–2028. Dalam peta jalan ini, Ma’had Aly memfokuskan penguatan kelembagaan, kurikulum, sumber daya manusia, riset, serta transformasi digital yang relevan dengan zaman.

Saat ini, Ma’had Aly Kebon Jambu tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang perjuangan keilmuan dan nilai, tempat lahirnya para ulama yang berintegritas, adil, dan berdaya. Dengan menggabungkan khazanah klasik pesantren dan kajian kontemporer, Ma’had Aly hadir sebagai pilar penting dalam membangun peradaban Islam Nusantara yang setara, adil, dan berkeadaban.

Scroll to Top