Cirebon, 4 Agustus 2026 – Ma’had Aly Kebon Jambu melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Studi Praksis Sosial (SPS) gelombang 2 bagi mahasantri semester VII pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasantri untuk mempresentasikan sekaligus merefleksikan pengalaman yang diperoleh selama menjalani Studi Praksis Sosial di berbagai lembaga, komunitas, dan yayasan.
Studi Praksis Sosial merupakan salah satu program pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasantri untuk terlibat secara langsung dalam kehidupan sosial dan kelembagaan di tengah masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasantri ditempatkan di sejumlah lembaga sesuai dengan bidang dan karakteristik masing-masing tempat. Melalui proses tersebut, mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga belajar berinteraksi, beradaptasi, serta terlibat dalam berbagai aktivitas yang berlangsung di lokasi SPS.
Secara sederhana, SPS dapat dipahami sebagai bentuk praktik lapangan atau magang sosial. Namun, proses yang dijalani tidak berhenti pada pengalaman kerja semata. SPS dirancang sebagai ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan realitas sosial yang dijumpai secara langsung. Mahasantri diajak melihat bagaimana sebuah lembaga bekerja, memahami dinamika komunitas, mengenali persoalan yang muncul, serta belajar menentukan sikap ketika berhadapan dengan kondisi nyata di lapangan.
Pengalaman tersebut kemudian dibawa kembali ke lingkungan akademik melalui kegiatan LPJ. Dalam forum ini, para peserta mempresentasikan proses SPS yang telah mereka jalani, mulai dari profil dan karakteristik lembaga, aktivitas yang dilakukan, pengalaman selama berada di lapangan, hingga berbagai temuan dan pembelajaran yang diperoleh.
LPJ SPS Gelombang 2 diuji langsung oleh dosen pembimbing, Hilyatul Aulia, M.Si. Kehadiran dosen pembimbing dalam proses pengujian tidak hanya berfungsi untuk memberikan penilaian terhadap laporan yang telah disusun, tetapi juga menjadi bagian dari proses evaluasi dan pendalaman terhadap pengalaman para mahasantri selama mengikuti SPS.
Melalui dialog dan tanggapan dalam forum LPJ, pengalaman lapangan yang sebelumnya bersifat praktis diolah kembali menjadi pengetahuan yang dapat direfleksikan secara akademik. Mahasantri didorong untuk tidak sekadar menceritakan apa yang mereka kerjakan, tetapi juga memahami alasan, proses, tantangan, dan pelajaran yang berada di balik setiap pengalaman tersebut.
Sebab, kehidupan sosial sering kali menghadirkan situasi yang jauh lebih kompleks daripada apa yang tertulis di dalam buku. Berhadapan langsung dengan masyarakat, komunitas, maupun lembaga menuntut kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, membaca situasi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda. Pengalaman semacam inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari pelaksanaan Studi Praksis Sosial.
Selain menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik, LPJ SPS juga menjadi ruang refleksi bagi mahasantri untuk melihat kembali perjalanan belajar mereka. Berbagai pengalaman, tantangan, kesalahan, hingga keberhasilan yang ditemui selama berada di lapangan menjadi bahan pembelajaran untuk mengenali kapasitas diri sekaligus memahami realitas sosial secara lebih dekat.
Melalui pelaksanaan Studi Praksis Sosial, Ma’had Aly Kebon Jambu berupaya menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pengetahuan akademik dipertemukan dengan pengalaman nyata agar mahasantri memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai masyarakat dan dinamika kehidupan sosial.
Pelaksanaan LPJ SPS menjadi bagian dari rangkaian proses tersebut. Dari ruang akademik menuju ruang sosial, kemudian kembali ke ruang akademik untuk direfleksikan, SPS diharapkan menjadi pengalaman belajar yang membentuk kepekaan, kemampuan adaptasi, tanggung jawab, serta kesiapan mahasantri untuk mengambil peran di tengah masyarakat





