Cirebon, 1 Agustus 2026 – Mahad Aly Kebon Jambu Al-Islamy menyelenggarakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Studi Praksis Sosial (SPS) bagi mahasantri semester VII pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mahad Aly ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi setelah mahasantri menyelesaikan program Studi Praksis Sosial selama satu bulan di berbagai lembaga mitra.
LPJ SPS Gelombang I diikuti oleh mahasantri yang telah menyelesaikan masa praktik lapangan. Pada kesempatan ini, laporan diuji langsung oleh dosen pembimbing, Abdullah, S.E., yang memberikan penilaian sekaligus masukan terhadap pengalaman, proses, dan hasil pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan SPS.
Studi Praksis Sosial merupakan salah satu program akademik yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung di dunia profesional. Melalui program ini, mahasantri tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari dalam situasi kerja yang nyata.
Selama kurang lebih satu bulan, para mahasantri ditempatkan di berbagai lembaga sesuai dengan bidang penugasan masing-masing. Di tempat praktik tersebut, mereka terlibat dalam berbagai aktivitas kelembagaan, mulai dari membantu administrasi, mendukung pelaksanaan program, hingga berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat maupun pengembangan institusi. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan dinamika yang terjadi di lapangan.
Melalui kegiatan LPJ, setiap peserta mempresentasikan hasil pelaksanaan SPS di hadapan dosen pembimbing. Laporan yang disampaikan mencakup gambaran lembaga tempat praktik, program kerja yang dilaksanakan, pengalaman selama mengikuti kegiatan, tantangan yang dihadapi, serta refleksi terhadap pembelajaran yang diperoleh. Selain menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik, presentasi ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi sejauh mana tujuan SPS telah tercapai.
Dalam proses pengujian, dosen pembimbing memberikan berbagai pertanyaan dan masukan yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasantri terhadap pengalaman yang telah dijalani. Tidak hanya menilai aspek administratif laporan, evaluasi juga diarahkan pada kemampuan peserta dalam menganalisis permasalahan, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta menghubungkan pengalaman praktik dengan konsep-konsep yang dipelajari selama perkuliahan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasantri untuk merefleksikan perjalanan mereka selama mengikuti SPS. Pengalaman berada di lingkungan kerja memberikan banyak pelajaran tentang tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya organisasi yang beragam. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang tidak kalah penting dibandingkan penguasaan materi akademik.
Penyelenggaraan Studi Praksis Sosial juga menjadi wujud komitmen Mahad Aly Kebon Jambu dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kesiapan menghadapi tantangan di tengah masyarakat. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman, mahasantri diharapkan mampu mengembangkan keterampilan profesional, memperluas wawasan, serta membangun kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang ditemui selama praktik.
Dengan terlaksananya Laporan Pertanggungjawaban SPS Gelombang I, rangkaian kegiatan praktik lapangan bagi mahasantri semester VII memasuki tahap evaluasi akademik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penilaian akhir terhadap pelaksanaan SPS, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi mahasantri untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi dunia profesional setelah menyelesaikan studi.
Melalui pengalaman belajar di lapangan yang dipadukan dengan proses evaluasi akademik, Mahad Aly Kebon Jambu terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan kesiapan mahasantri untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.





