Halaqah Penguatan Kurikulum Ma’had Aly: Membangun SDM Perempuan Pesantren untuk Ekonomi Syariah dan Perhajian

Cirebon – Ma’had Aly Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon bekerja sama dengan NU Online Institute dan Pesantren Forward menyelenggarakan Halaqah Penguatan Kurikulum Ma’had Aly dengan tema “Menyiapkan SDM Perempuan Pesantren untuk Ekonomi Syariah dan Perhajian.” Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Ma’had Aly Kebon Jambu ini menjadi forum strategis untuk memperkuat arah pengembangan kurikulum pendidikan tinggi pesantren agar mampu menjawab kebutuhan umat dan tantangan masa depan.

Direktur NU Online Institute dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam sektor-sektor strategis. Menurutnya, penguatan kurikulum merupakan langkah nyata untuk menyiapkan generasi perempuan pesantren yang mampu mengambil peran dalam pengembangan ekonomi syariah, layanan perhajian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Mudir Ma’had Aly Kebon Jambu, Robit Hasyimi Yasin, menyampaikan bahwa halaqah ini merupakan ikhtiar bersama dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan pesantren. Ia berharap forum ini dapat melahirkan berbagai rekomendasi konstruktif bagi penguatan kurikulum Ma’had Aly, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan sosial.

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon, KH. M. Syafi’i Atsmari, dalam arahannya menekankan bahwa pesantren harus terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa perempuan pesantren memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor perubahan dan pemberdayaan umat apabila dibekali dengan pendidikan yang kuat serta wawasan yang luas.

Halaqah ini dihadiri oleh berbagai unsur akademisi, tokoh pesantren, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan. Di antara peserta yang hadir adalah perwakilan Ma’had Aly Al-Hikamus Salafiyah Babakan Ciwaringin, Ma’had Aly Muallimin Muallimat, Ma’had Aly Idrisiyyah Tasikmalaya, Ma’had Aly Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, dan Ma’had Aly Al Hikmah 2 Benda Brebes. Selain itu hadir pula perwakilan PCNU Kabupaten Cirebon, PDM Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Fahmina Institute, Mubadalah.id, Bimbingan Masyarakat (Bimmas) Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, serta NU Online Jawa Barat.

Forum ini juga diikuti oleh para pimpinan dan pengasuh pesantren, di antaranya Kepala Pondok Putra dan Pondok Putri Kebon Jambu, Pengasuh/Pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Kempek, dan Gedongan, serta unsur akademisi dari Program Studi Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Melalui pertemuan ini, para peserta berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai penguatan kurikulum Ma’had Aly yang lebih adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Diharapkan hasil halaqah ini dapat menjadi landasan dalam memperkuat kualitas pendidikan pesantren sekaligus memperluas kontribusi perempuan pesantren dalam pembangunan ekonomi syariah dan pelayanan perhajian di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan berbagai lembaga masyarakat merupakan langkah penting dalam membangun masa depan pendidikan Islam yang lebih maju, inklusif, dan berdaya guna bagi umat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top